Popular Posts

Powered by Blogger.
Showing posts with label sukses. Show all posts
Showing posts with label sukses. Show all posts

Hindari 11 Kesalahan yang Sering Dilakukan Mereka yang Bekerja di Rumah

BANYAK jalan menuju kesuksesan. Banyak cara untuk menjadi orang yang berhasil. Tapi, banyak sebab pula yang membuat kita gagal. Begitu pula dengan working at home. Kita bisa saja gagal mengelola bisnis dan pekerjaan dari rumah. Tapi, saya kira semua bisnis di dunia ini berjalan hanya dengan dua kemungkinan. Berhasil atau gagal. Itu saja.
Lalu apa yang harus Anda perbuat? Apakah Anda cukup mengikuti perjalanan nasib Anda begitu saja. Pasrah tanpa usaha? “Yah… kalau sukses ya syukur, kalau gagal ya sudah.” Begitukah? Wah, semoga tidak. Walaupun Anda bekerja di rumah, Anda tetap punya banyak tantangan yang harus ditaklukkan. Karena yang namanya gangguan kerja itu pasti ada. Bukan cuma di kantor, di rumah pun pasti ada.
Baiklah, sekarang mari kita bahas satu per satu. Semua yang saya tulis di sini sering kali dilakukan oleh mereka yang bekerja di rumah. Saya harap Anda tidak mengikuti jejak mereka. Ok, langsung saja apa saja hal-hal yang perlu Anda hindari?

1. Tidak menganggap bekerja dengan internet sebagai bisnis nyata.
Godaan paling fatal dalam working at home adalah sindrom tidak serius. Ya, rumah adalah tempat yang nyaman bagi semua orang. Sering kan kita dengar rumahku surgaku. Nah, sering kali kita terlena dengan kenyamanan kita di rumah. Selain itu, karena bekerja dari rumah tidak menuntut kita mengeluarkan banyak biaya, kita jadi menyepelekan. Kita menganggap pekerjaan kita hanyalah main-main. Tidak ada yang perlu diseriusi.

2. Tidak mengikuti pelatihan yang tepat.
Menjadi seorang pebisnis atau pekerja rumahan itu juga perlu latihan. Anda tidak bisa serta merta bekerja nyaman di rumah. Anda perlu waktu mengubah gaya dan jadwal kerja Anda. Benar, semua itu membutuhkan proses. Bukan cuma perusahaan saja yang melatih karyawannya. Anda sendiri perlu melatih diri Anda sendiri menjadi pebisnis yang memang tepat bekerja di rumah. Sangat baik juga bila Anda punya mentor yang bisa mengarahkan Anda. Supaya usaha Anda cepat berkembang.

3. Tidak membangun relasi.
Sering kali kita berhubungan dengan orang lain hanya karena mereka klien atau pelanggan kita. Kita hanya tahu mereka punya uang untuk diberikan pada kita. Padahal ada yang lebih berarti dari itu semua. Sebagai pebisnis Anda perlu punya jaringan yang kuat. Perbanyak teman, luaskan koneksi. Karena Anda menggantungkan promosi bisnis Anda pada mereka. Mereka punya strategi ampuh yang teruji sepanjang jaman. Ya, words of mouth. Tidak ada yang bisa menyangkal keampuhan strategi promosi ini. Dan, tanpa teman Anda tidak bisa melakukannya.

4. Tidak mengikuti system yang telah teruji.
Meski Anda bekerja di rumah, Anda perlu menerapkan satu sistem yang telah terbukti berhasil. Bila Anda melakukan pola uji coba, akan banyak waktu yang terbuang. Cara praktis, belajarlah dari para pakar pemasaran internet. Dengan begitu Anda tak perlu banyak buang waktu.

5. Tidak memposisikan diri sebagai pelanggan.
Saat menghasilkan suatu produk, Anda harus bisa mengukur dan menimbang. Kira-kira apa yang akan dipikirkan pelanggan tentang produk ini? Apakah mereka akan puas? Atau sebaliknya? Jika mereka percaya produk yang Anda buat bagus, saya yakin penjualan Anda tidak akan pernah terhenti.

6. Tidak mencantumkan testimoni (kesaksian)
Tidak menampilkan testimoni adalah kesalahan paling besar dalam bisnis Anda. Seorang marketer yang baik itu menjual keunggulan produk. Tapi, seorang marketer yang sukses adalah mereka yang bisa menjual hasil yang menakjubkan. Jadi bukan cuma barangnya saja yang bagus. Hasil penjualan mereka juga luar biasa. Karena memang terbukti memuaskan konsumennya.

7. Tidak menyisihkan cukup waktu untuk menjaring prospek.
Baiknya Anda gunakan 80% waktu Anda untuk menjaring prospek. 19%nya untuk melatih diri dan 1% untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi. Jangan salah membagi waktu. Karena bisa fatal akibatnya. Porsi waktu yang tidak tepat akan berdampak pada produktivitas dan kreativitas Anda.

8. Tidak melakukan follow up.
Jika sudah ada pengunjung yang sign up di situs web Anda. berarti mereka siap menerima promosi dari Anda. Entah Anda memberi mereka ebook gratis atau newsletter. Anda harus menindak lanjuti hubungan dengan mereka. Jika tidak, Anda sendiri yang akan merugi. Karena mereka bisa cepat lupa dengan Anda. Tidak mau cepat dilupakan calon konsumen bukan?

9. Tidak menanyakan pesanan.
Jangan takut bertanya pada pengunjung apakah mereka jadi memesan produk Anda atau tidak. Biasakan menggunakan pertanyaan sederhana seperti, “apakah Anda ingin memesan?” Jika mereka tidak tertarik, mereka akan pergi sendiri. Yang terpenting Anda membuka komunikasi dengan mereka. Biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau.

10. Terlalu banyak alasan.
Seorang yang berhasil adalah mereka yang talk less, do more. Lebih banyak bertindak dari pada berbicara. Coba Anda praktikkan. Kalau Anda terlalu memikirkan banyak alasaan dan pertimbangan dalam melakukan satu hal, apa jadinya? Lebih baik atau malah jadi susah sendiri? Nah, itu yang perlu Anda ubah dalam menjalankan bisnis di rumah.

11. Tidak melakukan investasi ulang.
Dalam menjalankan bisnis, Anda perlu memikirkan reinvestasi. Paham maksud saya? Begini, apapun langkah yang Anda ambil dalam bisnis harus bertujuan untuk kemajuan bisnis Anda. Misal Anda bergabung dalam forum. Anda harus punya tujuan kenapa Anda bergabung dengan forum ini? Apa dampak positifnya terhadap kemajuan bisnis saya? Itulah reinvestasi. Reinvestasi bisa berbentuk iklan, ikut kursus untuk meningkatkan skill Anda, dll.

Baik, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang bisa jadi penyebab kegagalan Anda. Tidak perlu lama berpikir. Singkirkan semua hal negatif dalam diri Anda. Jangan tunda untuk hal-hal yang baik. Karena ini juga penting untuk menumbuhkan kedisiplinan dalam diri Anda. Bagi saya, seorang bisnis rumahan itu perlu disiplin keras. Karena ia tidak hanya mengatur bisnisnya tapi juga mengatur dirinya sendiri. Dan kadang kala mengatur diri sendiri itu jauh lebih sulit. Benar? Jadi, mari berubah menjadi lebih baik. Mau?

Bisnis memerlukan totalitas dan keuletan, bukan bakat!

Sebuah pelajaran dari Rosenberg yang sukses mengembangkan Dunkin Donuts sampai mencapai 7.988 gerai di seluruh dunia.
Ada kalanya seorang pengusaha jengah dengan bisnis, bahkan dengan uang. Biasanya mereka akan mencari kenikmatan lain di luar bisnis. Seperti yang dilakukan Wiliam Rosenberg, pendiri Dunkin Donuts.
Setelah uang melimpah, ia tertarik pada peternakan kuda. Ia sempat memiliki dua ratus ekor kuda. Dan bahkan mendirikan International Horse Racing Association untuk menyalurkan hobinya. Di samping itu, ia mempelopori berdirinya Universitas di New Hampshire yang membuka Franchise and Enterprenuership Faculty, mungkin ini fakultas pertama yang fokus di bidang franchise.
Rosenberg bisa kita sebut sebagai pengusaha sukses yang luar biasa cerdas. Ia bukan hanya pengusaha yang berorientasi laba. Kontribusinya dalam dunia kewirausahaan juga sangat besar. Pada pertengahan 1960 Rosenberg mendirikan The International Franchise Association (IFA). Asosiasi ini berkembang menjadi sangat besar. Hari ini IFA terdiri lebih dari 800 pemilik franchise dan lebih dari 30.000 franchisee. Perkumpulan ini yang menjadi kunci keberhasilan franchise dan mengendalikan hampir separuh dari franchise di Amerika.
Yang lebih luar biasa jika melihat bahwa yang diperdagangkan Rosenberg adalah donat. Saat Anda melihat donat mungkin tidak akan berpikir banyak. Yang Anda tahu makanan ini sering dihidangkan di rumah dan disukai anak-anak. Itu saja. Tapi Rosenberg merubah donat menjadi makanan yang menjanjikan peluang usaha. Bahkan Rosenberg bisa memiliki 7.988 gerai di seluruh dunia. Bukankah ini pencapaian spektakuler yang bisa dilakukan oleh sebuah bisnis donat.
Bagaimana Rosenberg membangun itu semua? Apa dia menerima warisan usaha dari kedua orang tuanya?
Rosenberg adalah pekerja keras. Masa lalunya yang suram membuatnya terketuk menjadi dermawan. Karena itu pula ia mendirikan IFA agar pengusaha franchise lain bisa sukses sepertinya.
Rosenberg memulai bisnisnya dengan tangannya sendiri. Dimulai pada tahun 1946 saat ia membuka layanan antar makan siang. Awalnya Rosenberg merancang perusahaan ini untuk melayani makan siang para pekerja di jalanan utama Massachusets dengan membuka gerai bernama ‘The Open Kettle.” Baru pada 1950 ia membuka gerai dengan nama Dunkin Donuts. Sampai saat ini gerai pertama Rosenberg masih berdiri di Massachusets. Setelah empat tahun, tepatnya Juli 1955 ia membuka empat cabang di Worcester.
Akhir 2007 Dunkin Donuts telah memiliki 7.988 gerai di seluruh dunia, termasuk 5.769 restoran di Amerika dan 2.219 gerai lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Pada tahun yang sama omzet usahanya telah mencapai 5, 3 milyar dollar.
Dalam hati kecil Anda pasti timbul pertanyaan, bagaimana cara Rosenberg mengembangkan bisnisnya? Apa dia memiliki tips khusus?
Sekali lagi saya harus katakan, resep khusus yang membuat Rosenberg sukses adalah keuletan dan totalitasnya dalam menekuni pekerjaan, termasuk kemauannya belajar. Dia sukses karena tak pernah menganggap dirinya sukses sehingga merasa perlu terus belajar.
Lihat saja produk yang di kembangkan Dunkin Donuts. Mereka mengembangkan 35 jenis donat bakar, 9 jenis stick donat, ratusan jenis kue, sandwich dan makanan lain dari keju. Bahkan mereka memiliki puluhan jenis minuman baru yang diolah dari kopi, kapucino, vanilla dan bahan lain. Intinya, mereka tak pernah berhenti belajar dan mengembangkan diri. Maka tak heran jika pelanggan mereka semakin banyak. Mereka bisa membuat pelanggan bertanya, ‘menu baru apa yang ada di Dunkin?’
Hal itu pula yang menginspirasi saya untuk tidak pernah berhenti belajar. Di www.gepukfood.com sebagai salah satu bisnis saya, saya terus mengembangkan produk yang saya miliki. Sampai kini lebih dari 30 rasa bambu tabur yang bisa saya kembangkan. Dan saya tidak berhenti di sana. Saya masih akan terus bereksperimen dan berinovasi untuk mengembangkannya.
Sebagai pemilik franchise, Rosenberg sangat mengerti keinginan pelanggannya. Mereka tidak hanya mengedepankan rasa, tapi juga kesehatan. Contohnya, mereka menggunakan bahan-bahan yang rendah lemak dan menghindari minuman beralkohol.
Meski demikian, kesuksesan Dunkin tak lepas dari kesuksesan mereka membangun brand. Bahkan untuk itu mereka memiliki slogan America Runs On Dunkin’. Bagi Anda yang berminat memulai bisnis franchise, juga harus mulai membangun brand, dengan membuat merek, logo, dan slogan.
Apa yang di alami Dunkin bisa juga Anda rasakan. Dalam bisnis lebih banyak diperlukan keuletan dari pada bakat. Bukankah bakat bisa Anda dapatkan dengan terus belajar? Pasar terus berkembang dan menyediakan ribuan peluang untuk Anda, saatnya Anda mencoba dan mencecap sukses ala Rosenberg.
Dan saya yakin, dengan kekuatan internet yang begitu dahsyat saat ini, kita bisa mencapai apa yang dilakukan Rosenberg. Bahkan melebihinya…

Temukan 3 rahasia mendapatkan MOTIVASI dari diri kita

SAYA teringat sekali ketika saya mulai belajar naik sepeda, Sesuatu yang indah terbayang di benak saya. Bisa berkunjung ke rumah teman yang jauh, bisa ke sekolah lebih cepat. Meski lutut pada lecet, tangan keseleo, kepala benjut, semua saya jalani tanpa terasa. Tanpa saya sadari, alam bawah sadar saya tersentuh untuk jangan menyerah, terus belajar naik sepeda. Ayo bangkit lagi kalau jatuh, kayuh sepedamu dan teriakan kemenangan kalau sudah bisa.
Ketika seseorang pemimpin perusahaan jatuh bangkrut, alam bawah sadarnya bangkit, masih banyak mimpi yang belum dia wujudkan. Karyawannya butuh makan, keluarganya butuh hidup, dan dia tidak ingin jadi orang biasa, tidak ingin jadi orang kebanyakan.
Hanya motivasi yang membuat dia bangkit lagi. Bangunlah segala sesuatu yang Anda lakukan dengan motivasi yang kuat. Mengapa motivasi?
Karena motivasi adalah kunci sukses kita, kemampuan dapat kita peroleh jika kita mempunyai motivasi untuk belajar, keberhasilan akan diperoleh jika ada motivasi untuk bekerja keras. Semuanya berawal dari sebuah motivasi yang besar dan kuat di dalam diri kita. Coba kita lihat, Donald Trump, siapa yang tidak mengenal pengusaha real estate terkaya ini. Apa yang menjadi motivasinya? Uang! Dia sangat mencintai uang, sehingga keinginan akan uanglah yang menjadi motor baginya. Bob Sadino, siapa sangka dia dulunya hanya seorang penjaja telur keliling, dan sekarang menjadi salah satu pengusaha terbesar di bidang agribisnis. Apa motivasinya untuk bangkit? Kemakmuran dan keberhasilan.
Coba lihat juga di keluarga kita, sudahkah kita memenuhi mimpi orang tua yang belum sempat mereka wujudkan, misalkan ibu anda ingin naik haji misalnya, atau bapak anda ingin mempunyai sawah ladang di hari tuanya. Tidakkah kita terpacu untuk mewujudkannya.
Motivasi memang sangat diperlukan dalam setiap hal yang kita tekuni, apalagi jika hal tersebut menyangkut masalah bisnis dan keuangan. Apa kita mau terpuruk dan rugi? Pasti jawabannya tidak. Memahami apa keinginan terdalam yang Anda miliki merupakan satu cara untuk mendapatkan motivasi yang kuat. Keinginan ini harus Anda kembangkan, perbesar, dan diikuti dengan kinerja Anda yang konsisten.
Bisa diambil contoh sebuah motivasi kecil, jika kita akan membaca sebuah artikel, Koran, berita, apa yang membuat kita tertarik, inti berita, desain, atau hanya foto? Ketertarikan ini harus kita kembangkan dan pertahankan. Jika ketertarikan ini hilang, maka kita tidak akan mendapatkan inti dari berita, melihat keindahan desain dan menilai foto itu, dengan kata lain tujuan kita tidak akan tercapai. Apa yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan sang “motivasi” ini? Saya mencoba mengintisarikan dari sebuah buku, ada beberapa hal yang harus ditemukan dalam diri Anda, apa sajakah itu??
Inspirasi Kita membutuhkan inspirasi yang sangat dominan. Misalkan, akan menjadi seperti apa kita nanti, siapa yang ingin kita contoh. Inspirasi bisa didasari dari ketertarikan, jika kita tertarik, kita akan menyukainya dan melakukannya. Inspirasi bisa membuat motivasi kita bertambah.
Tujuan dan pencapaian, apakah kita sudah mempunyai tujuan yang pasti. Tujuan dengan perencanaan, metode yang baik. Tidak salah jika kita membuat tujuan setinggi mungkin, semakin tinggi tujuan kita, semakin besar motivasi kita untuk mewujudkannya.
Networking, yang dimaksud adalah adanya relasi dan teman-teman sekerja kita, disekitar kita yang mempunyai kemampuan, pekerjaan sama namun bisa berubah dan lebih maju. Sebagian besar orang tidak menyadari ini bisa jadi suatu motivasi besar. Anda dapat membandingkan hasil kerja Anda dengan rekan Anda, jika masih di bawah mereka, jadikan itu sebagai motivasi untuk mengungguli mereka. Dalam networking, keinginan untuk lebih unggul dapat dikembangkan.
Carilah motivasi terdalam dalam diri Anda, kembangkan, perkuat, latihlah. Kemampuan Anda mempertahankan dan mengembangkan motivasi dapat menjadi satu senjata untuk menggapai sebuah keberhasilan. Dimanapun Anda, bisnis, karier, motivasi selalu menjadi titik tolak Anda. Motivasilah diri Anda sekarang, dan jadilah motivasi bagi orang lain. Better late than not! Kejarlah mimpi itu dan Anda akan segera menuai hasilnya.
Selamat mengejar mimpi anda…